Delapan Bahaya Hasud (Iri-Dengki) (Khutbah Jumat)

Sumber : http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,9-id,43238-lang,id-t,Delapan+Bahaya+Hasud++Iri+Dengki+-.phpx

Demikian kecil dan sepelanya hasud itu, namun ia dapatmenyebabkan keburukan yang luar biasa. Bagaimana tidak, karenahasud dapat merusak berbagai pahala amal kebaikan. Pahala mengaji,shalat, puasa, sedekah, haji, juga pahala umrah semuanya kebakarludes oleh dosa hasud. Sebagaimana api melahap kayu bakar.

الحمد لله, الحمد لله الذى أعد للمؤمنينوالمؤمنات جنات تجرى من تحتها الانهار أحمده سبحان الله تعالى وأشكرهعلى نعمه الغزار, وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الملكالعزيز الغفار, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله المختار,اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد نور الانوار وسر الاسراروعلى اله الأبرار واصحابه الاخيار ومن تبعهم باحسان الى يوم القرار.اما بعد.

فيامعاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم ونفسى بتقوىالله وقد فاز المتقون واحثكم على طاعته لعلكمتفلحون

Maasyiral MusliminRahimakumullah

Marilah kita bersam-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepadaAllah swt. Salah satu caranya dengan mengurangi berbagai macamsifat tercela yang telah mengendap dalam hati dan telah terbiasamendiami hati manusia, terutama sifat hasud. Sebagaimanaditerangkan oleh Rasulullah saw bahwa hasud dapat merusak semuaamal baik manusia, sebagaimna api melahap kayu bakar.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Hasud merupakan salah satu penykait hati yang paling susahdihindari oleh manusia. Hasud dalam bahasa Indonesia seringditerjemahkan dengan istilah dengki atau iri hati. Akan tetapidalam kenyataan hidup ini, hasud tidaklah sesingkat keteranganlinguistis tersebut. Karena, bisa jadi hasud memiliki kekayaandalam bentuk praktis tak terhingga. Dan hasud juga memiliki dampakyang luar biasa, secara fisik maupun psikis. Tidak hanya terbatasdalam ranah kehidupan sacral (agama), tetapi juga dalam realitakehidupan yang profane.

Ibarat kata, hasud bagaikan setitik nila yang dapat menyebabkanrusaknya susu sebelanga. Demikianlah gambaran kecilnya hasudyang memiliki dampak sangat besar. Bagaimana tidak, karena hasuddapat merusak berbagai pahala amal kebaikan. Pahala mengaji,shalat, puasa, haji, juga pahala umrah semuanya kebakar ludes olehdosa hasud. Sebagaimana api merusak kayu bakar. Demikianlah carakerja hasud merusak segala macam amal kebaikan.

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Hasud biasa berawal dari rasa ketidak sukaan seseorang kepadaorang lain. Kemudian ketidak sukaan ini bertambah ketika orang laintesebut mendapatkan nikmat atau kesenangan, hingga akhirnyamuncullah keinginan untuk merusak bahkan melenyapkan kenikmatantersebut dari orang lain itu.

Ada delapan bahaya hasud yang diterangkan dalam kitabThariqah Muhammadiyah.

Pertama,إفساد الطاعةIfsaduttho’at. Bahwa hasud itu merusak keta’atan kepada Allah.Mislakan seorang pedagang yang jujur yang tidak pernah berbohong,bahkan ia seorang yang rajin beribadah, menyempatkan waktu untukshalat di tengah kesibukannya. Tiba-tiba datanglah pedagang baruyang menyainginya dengan modal yang berlimpah. Maka ketika pedagangyang ta’at ini berusaha melakukan perlawanan yang tidak sehatdengan tujuan menghentikan lawannya, maka dia telah terkenapenyakit hasud. Biasanya ia akan melakukan apapun demi mendapatkankeuntungan lebih besar. Sehingga ia melupakan kaedah berdagang yangbaik.

Kedua, bahaya hasud adalah الإفضاء الىفعل المعاصى al-Ifdha’u ila fi’lil ma’ashi, yaitumembuka pintu terjadinya makshiat. Bahwa I hasud biasanyamembutuhkan pertolongan orang lain untuk menghilangkan nikmat orangyang dihasudi. Secara otomatis si hasud akan menarik orang lainmelakukan kemaksiatan bahkan juga kejahatan. Misalkan memintabantuan dukun, meminta bantuan preman atau meminta bantuan oranglain untuk melakukan fitnah dan seterusnya.

Ini berarti perasaan hasud menyeret orang lain melakukanmakshiat. Bahkan akan menambah makshiat dirinya sendiri, karenaketika si hasud meminta bantuan kepada orang lain, ia akanmenggunakan berbagai macam cerita dan mengarang kebohongan,bukankah ini merupakan makshiat baru?

Bahaya hasud yang Ketiga adalah,حرمانالشفاعة hirmantussyafa’ah, yaitu menghalangkan diri dari syafaat besok di harikiamat. Artinya, orang yang selama hidupnya melakukan hasudwalaupun memiliki amal tidak akan mendapatan syafaat dariRasulullah saw.

Keempat, hasud dapat menyebabkan orang masuk neraka(duhulun nar). Bahaya keempat ini merupakan dampak dariberbagai bahaya yang lain. Secara otomatis orang yang amalnya telahterhapus dan tidak mendapatkan syafaat dari manapun, maka dapatdipastikan bahwa nerakalah tempatnya kelak.

Kelima,الإفضاء الى ضرار غيرهal-ifdha’ ila dharari ghairihi. Bahwa hasud dapatmembahayakan orang lain. Hal ini sering terjadi karena orang akanberusaha semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan melenyapkannikmat yang dihasudi. Ini biasanya akan membawa-bawa orang lain.Sebagaimana hasud menyeret orang lain untuk melakukan makshiat.

Misalnya, untuk menjatuhkan saingan bisnis yang selama ini telahmapan dalam kepailitan, orang yang hasud akan menggunakan berbagaimacam cara. Diantaranya membuat fitnah melalui berbagai media yangia suarakan lewat mulut orang lain. Sehingga pemilik mulut itulahyang akhinya terkena imbasnya.

Bisa juga orang yang hasud itu dengan sengaja inginmenghilangkan kenikmatan orang lain dengan cara membakar rumahorang tersebut ketika tidur. Padahal di dalam rumah itu adapembantu dan keluarga lainnya. Secara otomatis mereka yang tidaktahu-enahu urusan ikut menjadi korban.

Bahaya keenam adalah, التعاب والهم من غيرفائدةat-ta’ab wal ham min ghairi faidatin.Artinya orang yang hasud selalu disibukkan dengan masalah yangtidak ada faedahnya dan juga dirundung kesedihan yang tidakterbatas. Misalkan orang yang merasa hasud dengan tetangga yangmembeli mobil, maka ia akan selalu kepikiran bagaimana caranyamembeli mobil seperti tetangga sebelah, atau bagaimana caranya agarmobil tetangga sebelah itu cepat rusak. Maka berulahlah dia denganmelakukan berbagai intrik yang menyibukkan dirinya sendiri.Padahal, yang demikian itu tidak pernah dipikirkan oleh tetanggasebelah.

Parahnya lagi, sebelum si hasud berhasil merusak mobil ternyatatetangga sebelah sudah menukar mobil itu dengan mobil yang lebihbaru dan lebih canggih. Maka berpikirlah si hasud dengan intriknyalagi, disibukkanlah dia dengan berbagai pikiran yang menyedihkanhati dan tidak pernah berhenti.

Ketujuh, أعمى القلب حتى يكاد لايفهم حكما منالله ‘amal qalbi hatta yakada la yafhamu hukman minahkamillahi ta’ala. Hasud akan menyebabkan seseorang butahatinya dan tidak mempedulikan lagi aturan syariat dan hukum Allahswt. Mata hati si hasud telah buta, sehingga ia tidak peduli bahwaorang yang dihasudi, yang hendak direbut kenikmatannya adalahsaudara sendiri, teman sendiri, sahabat, keluarga sendiri, bahkanjuga orang tua sendiri. Begitu pekatnya rasa kebencian dalam hatiitu sehingga menutup mata dari pemahaman agama. Si hasud tidak lagidapat mengenali hukum Allah, ia tidak peduli lagi dengan ancamanAllah bagi orang yang durhakan, menghianati atau memfitnah keluargasendiri.

Banyak sekali contoh yang menunjukkan betapa sengitnyapersaingan dunia bisnis biasa terjadi antar saudara (adik-kakak)dalam satu keluarga. Karena hasud, kawan bisa menjadi lawan dansaudara bisa menjadi terdakwa.

Terakhir, yang kedelapan adalah الحرمانوالحذلان alhirmanu wal hidzlanu. Bahwa hasud ituakan menjadikan seseorang terhalang dari keberhasilan. Artinya, sihasud akan semakin menjauhi diri dari kesuksesan. Meskipun si hasudberhasil mencelakai orang lain tetapi ia sama sekali tidak puas.Bahkan ia akan semakin merasa jauh dari keberhasilan. Sebagaimanaorang yang semakin haus karena minum air laut.

Demikianlah hutbah jum’ah kali ini semoga Allah swt menjaga hatikita menjauhi hasud dan beberapa penyakit hati lainnya yang sangatmerugikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِاْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِوَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُإنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَاِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُوَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْتَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَياَاَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّانَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍبَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِوَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَالنَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِوَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍوَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَوَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِىبَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِوَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍاِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَوَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُمِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَوَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْعِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَوَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِوَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّااْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَاْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْبَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِاْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَفِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَالنَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَاوَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ !اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِىاْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْييَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَيَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرْ

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s